Jumat, 30 Oktober 2015



PERSIAPAN UKG GURU PENJASORKES SD TAHUN 2015
MATERI : 
PENGELOLAAN KELAS, GAYA MENGAJAR , MODIFIKASI PERMAINAN
SUMBER : Modul PLPG ( Univ. Negeri Malang )


PENGELOLAAN KELAS DALAM PENJASORKES SD

A.      PENGERTIAN PENGELOLAAN KELAS

            Seorang guru jika ingin berhasil dalam pembelajaran harus bisa mengeloka kelasnya dengan baik. Menejemen pembelajaran yang efektif akan bila seorang guru mampu mengelola kelasnya dengan baik pula.

Dalam pengelolaan kelas perlu memperhatikan hal-hal sbb:
1.      Menetapkan Aturan Kelas ( class routine)
2.      Memulai kegiatan tepat waktu ( getting started)
3.      Mengatur pelajaran (managing the lesson)
4.      Mengelompokkan siswa (Grouping student)
5.      Memanfaatkan ruang/lapangan dan peralatan (utilizing space and equipment)
6.      Mengakhiri pelajaran (ending the lesson)

B.     KEGIATAN PADA TAHAP INTI PEMBELAJARAN
Sesuai Permendiknas No. 41 th 2007 tentang Standar Proses, ada 3 proses yg harus dilalui oleh peserta diddik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran.
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yg dijabarkan dalam beberapa indikator. 
Kegiatan inti dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui 3 hal yaitu :
1.      Proses Eksplorasi
2.      Elaborasi
3.      Konfirmasi
Untuk pembelajaran praktek di lapangan, tanpa dirancang secara khusus otomatis telah dilakukan, tetapi untuk pembelajaran materi keshatan di dalam ruang kelas diperlukan perencanaan secara khusus, agar terlihat proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

C.     PENGEMBANGAN PESERTA DIDIK
Salah satu dasar pengembangan pembelajaran penjasorkes adalah developmentaly appropriate practice, artinya metode, materiajar, alat dan fasilitas disesuaikan tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa

Untuk memahami karakteristik peserta didik dapat ditinjau dari segi :
a.       Tingkat pertumbuhan dan perkembangan kognitif
b.      Pertumbuhan dan perkembangan fisik
c.       Pertumbuhan dan perkembangan motorik
d.      Pertumbuhan dan perkembangan mental

Berdasarkan perkembangan Motorik, siswa SD saatnya mengembangakan ketrampilan gerak dasar. Ada 3 gerak dasar yaitu :
1.      Gerak Lokomotor : jalan, lari, lompat, jingkat, merangkak, memanjat dsb
2.      Gerak Non-lokomotor : melentukkan badan kebelakang dan ke depan
3.      Gerak manipulative : menendang bola, memvoli bola, menggiring bola, melempar dsb
Pengembangan peserta didik dapat dikembangkan berdasarkan SK, KD, Indikator dan Tujuan Pembelajaran. Setelah dirumuskan indikator dan tujuan pembelajaran, dilanjutkan mengembangkan materi dan metode pembelajaran.untuk SD materi dikembangkan berbasis permainan ( play & game).
Selain mengembangkan ranah fisik, psikomotor, kognitif, dan afektif, seorang guru penjasorkes harus mengembangkan juga materi berbasis life sklill yaitu ketrampilan yang sesuai dengan alam atau lingkungan.



GAYA MENGAJAR UNTUK PENJASORKES SD

A.               Pengertian Gaya Mengajar
Gaya Mengajar ( Style of teaching) adalah suatu bentuk kegiatan pembelajaran yang dirancang dg sistem berbagai peran antara guru dan siswa, mulai dari peran guru paling dominan (gaya Komando) sampai peran guru hanya sbg fasilitator(gaya mandiri)
Pembagian gaya mengajar didasarkan serangkaian keterlibatan guru dan siswa pada saat pra pertemuan (pre-impact-set), pada saat pertemuan (impact-set), dan setelah pertemuan ( post-impact-set)

B.               Macam-Macam Gaya Mengajar
Ada banayak gaya mengajar dalam pembelajaran penjasorkes SD yang bisa kita pilih sesuai perkembangan peserta didik.

Macam-macam Gaya Mengajar menurut Mosston & Ashworth ada 11 yaitu :
1.      Gaya Komando ( command style / Gaya A )
2.      Gaya Latihan ( Practice Style / Gaya B )
3.      Gaya Resiprocal ( Resiprocal style / Gaya C )
4.      Gaya Periksa Sendiri ( Self Check Style / Gaya D )
5.      Gaya inklusi ( Inclution style / gaya E )
6.      Gaya Pengajaran Mandiri ( The self-teaching style / Gaya K )
7.      Gaya Penemuan Terbimbing ( gaya F )
8.      Gaya Penemuan Konvergen ( Gaya G )
9.      Gaya Divergen ( Gaya H)
10.  Gaya Perencanaan scr individu ( Gaya I )
11.  Gaya Inisiatif dari siswa ( Gaya J )



MENGEMBANGKAN PERMAINAN

            Dalam pembelajaran penjasorkes sering kali guru mengalami kendala dalam membimbing siswa untuk bisa menguasai materi yang diajarkan, hal ini dikarenakan banyak hal. Beberapa hal tersebut antara lain anak-anak takut melakukan permainan ( misal memainkan bola voli ), peraturan terlalu sulit dan kaku, peserta didik tidak mampu melakukan teknik dengan baik dll.
Menurut Teori Behavior dari Thorndike, pengalaman anak yang menyenangkan akan cenderung diulang-ulang, sebaliknya pengalaman yang tidak menyenangkan akan membuat takut untuk melakukanya lagi. Pengalaman yg menyenangkan akan menbuat tujuan pembelajaran mudah tercapai tapi sebaliknya bila kurang menyenangkan mak tujuan pembelajaran akan sulit tercapai juga.
MODIFIKASI PERMAINAN
            Untk mengatasi persolan diatas seorang guru penjasorkes harus bisa memodifikasi suatu permainan supaya peserta didik bisa melakukan permainan dengan gembira dan ingin mengulangnya lagi.
Bentuk modifikasi dapat mencakup berbagai hal , antara lain : peraturan permainan, lapangan permainan, alat fasilitas, cara penscoran dll






3 komentar: